Saturday, March 7, 2009

Bahaya Maksiat

oleh Ibnu Qoyyim -Rahimahullah

Perbuatan dosa itu akan menyebabkan ;

Terhalangnya ilmu agama karena ilmu itu cahaya yang diberikan Allah Subhaanahu Wata’aala di dalam hati, dan maksiat mematikan itu.

Terhalangnya rezki, seperti dalam hadits riwayat Imam Ahmad : "Seorang hamba bisa terhalang rezkinya karena dosa yang menimpanya ".

Perasaan alienasi pada diri si pendosa yang tiada tandingannya dan tiada terasa kelezatan.

Kegelapan yang di alami oleh tukang maksiat di dalam hatinya seperti perasaan di kegelapan malam.

Terhalangnya ketaatan.

Maksiat memperpendek umur dan menghapus keberkahannya .

Maksiat akan melahirkan maksiat lain lagi, demikian kata ulama` salaf : Hukum kejahatan adalah kejahatan lagi sebagaimana kebaikan akan melahirkan kebaikan lagi.

Orang yang melakukan dosa akan terus berjalan ke dalam dosanya sampai dia merasa dirinya hina. Itu pertanda - tanda kehancuran.

Kemaksiatan menyebabkan kehinaan. Dan kebaikan melahirkan kebanggaan dan kejayaan.

Maksiat merusak akal, sedang kebaikan membangun akal.

Fadil Basymeleh

Tuesday, March 3, 2009

Empat Isteri !

Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 isteri. Dia mencintai isteri ke-4 dan menganugerahinya harta dan kesenangan, sebab ia yang tercantik di antara semua isterinya.

Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. Ia sangat bangga dengan sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya. Namun ia juga selalu kuatir kalau isterinya ini lari dengan pria lain.

Begitu juga dengan isteri ke-2. Sang pedagang sangat menyukainya karena ia isteri yang sabar dan penuh pengertian. Kapan pun pedagang mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri ke-2-nya ini, yang selalu menolong dan mendampingi sang suami melewati masa2 sulit.

Sama halnya dengan isteri pertama. Ia adalah pasangan yang sangat setia dan selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisnis sang suami. Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya meski isteri pertama ini begitu sayang kepadanya.

Suatu hari si pedagang sakit dan menyadari bahwa ia akan segera meninggal. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam hati, "Saat ini aku punya 4 isteri. Namun saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan. "

ISTERI KE-4: NO WAY
Lalu pedagang itu memanggil semua isterinya dan bertanya pada isteri ke-4-nya. "Engkaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Nah, sekarang aku akan mati. Maukah kamu mendampingi dan menemaniku?"
Ia terdiam.... tentu saja tidak! Jawab isteri ke-4 dan pergi begitu saja tanpa berkata apa2 lagi.
Jawaban ini sangat menyakitkan hati. Seakan2 ada pisau terhunus dan mengiris- iris hatinya.

ISTERI KE-3: MENIKAH LAGI
Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3. "Aku pun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku dan menemani akhir hayatku?"
Isterinya menjawab, hidup begitu indah di sini. Aku akan menikah lagi jika kau mati.
Bagai disambar petir di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul dengan jawaban tsb. Badannya terasa demam.

ISTERI KE-2: SAMPAI LIANG KUBUR
Kemudian ia memanggil isteri ke-2. "Aku selalu berpaling kepadamu setiap kali aku mendapat masalah dan kau selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu. Kalau aku mati, maukah engkau mendampingiku? "
Jawab sang isteri, "Maafkan aku kali ini aku tak bisa menolongmu. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur. Nanti akan kubuatkan makam yang indah untukmu."

ISTERI KE-1: SETIA BERSAMA SUAMI
Pedagang ini merasa putus asa. Dalam kondisi kecewa itu, tiba2 terdengar suara, "Aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemana pun kau pergi. Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu.
Pria itu lalu menoleh ke samping, dan mendapati isteri pertamanya di sana. Ia tampak begitu kurus. Badannya seperti orang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, "Kalau saja aku bisa merawatmu lebih baik saat aku mampu, tak akan kubiarkan engkau kurus seperti ini, isteriku."

HIDUP KITA DIWARNAI 4 ISTERI
Sesungguhnya, kita punya 4 isteri dalam hidup ini.

Isteri ke-4 adalah TUBUH kita.
Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah. Semua ini akan hilang dalam suatu batas waktu dan ruang. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap kepada-Nya.

Isteri ke-3, STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN.
Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya. Sebesar apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada.

Sedangkan isteri ke-2, yakni KERABAT DAN TEMAN.
Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, kita tak akan bisa terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani kita.

Dan sesungguhnya isteri pertama kita adalah JIWA DAN AMAL KITA.
Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemana pun kita melangkah. Hanya amallah yang mampu menolong kita di akhirat kelak. Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa kita dengan bijak serta jangan pernah malu untuk berbuat amal, memberikan pertolongan kepada sesama yang membutuhkan. Betapa pun kecilnya bantuan kita, pemberian kita menjadi sangat berarti bagi mereka yang memerlukannya.

Mari kita belajar memperlakukan jiwa dan amal kita dengan bijak.

Saturday, February 28, 2009

Mitos Buruk Tentang Nasib Yang Tidak Bisa Dirubah

Dear Ikhwan dan Akhwat Yang Dirahmati Allah

Assalamualikum

Dulu Saya pernah berkata kepada tetangga saya. Begini Ceritanya:
Kalau kamu pingin banyak rezeki dari Allah sebaiknya jadi pengusaha saja.

Lalu tetangga saya itu Berkata: 'Gak mungkin kalau aku jadi pengusaha wong itu aja udah nasib kok' nah dari situ saya belajar tentang perilaku masyarakat pedesaan alias wong cilik dan wong deso kalau bahasa yang lebih familiar nya lagi "wong cilik" contoh wong cilik: tukang becak, tukang parkir, sama pedagang kecil.

Karena Sebagian dari Kalangan wong cilik itu selalu tawaqqal dan tanpa berusaha dan juga sifat pasrah tanpa usaha telah mendarahdaging di hatinya naudzubillah min dzalik.

Tapi dalam hati saya yakin bahwa kita bisa merubah nasib kita karena saya pernah membaca
surat Ar-Ra'du ayat 11 yang berbunyi

"Allah Tidak akan merubah nasib Suatu kaum kecuali kamu itu merubahnya sendiri" Silahkan Buka kembali ayat itu di al-qur'an anda. Demikian dari saya

Wassalam

Friday, February 27, 2009

I Love You! Mom

"Dan kami perintahkan kepada manusia supaya *berbuat baik* kepada ibu-bapanya, ibunya telah mengandung dia dengan susah-payah dan melahirkannya dengan susah-payah pula; mengandung dan menyusuinya selama 30 bulan." (al-Ahqaf: 16)

Diriwayatkan:

"Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi dan bertanya: Siapakah manusia yang lebih berhak saya *kawani dengan baik*? Ia menjawab: *Ibumu*! Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Ia menjawab: Ibumu! Dia bertanya lagi: Kemudian siapa lagi? Ia menjawab: Ibumu! Dia bertanya lagi: Kemudian siapa lagi? Ia menjawab: Ayahmu!" (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Nabi anggap *durhaka kepada dua orang tua itu sebagai dosa besar, sesudah syirik*. Begitulah sebagaimana ungkapan al-Quran.

Oleh karena itu dalam hadisnya, *Nabi Muhammad s.a.w. bersabda:* "Maukah kamu saya terangkan *sebesar-besar dosa besar *--tiga kali. Mereka menjawab: Mau, ya Rasulullah! Maka bersabdalah Nabi, yaitu: *menyekutukan Allah, durhaka kepada dua orang tua* --waktu itu dia berdiri sambil bersandar, kemudian duduk, dan berkata: Ingatlah! *Omongan dusta dan saksi
dusta.*" (Riwayat Bukhari dan Muslim)

"*Ada tiga orang yang tidak akan masuk sorga*: 1) orang yang durhaka kepada dua orang tua; 2) laki-laki yang tidak ada perasaan cemburu terhadap keluarganya; 3) perempuan yang menyerupai laki-laki." (Riwayat Nasa'i, Bazzar dan Hakim)

"Semua dosa akan ditangguhkan Allah sampai nanti hari kiamat apa saja yang Dia kehendaki, kecuali durhaka kepada dua orang tua, maka sesungguhnya Allah akan menyegerakan kepada pelakunya dalam hidupnya (di dunia) sebelum meninggal." (Riwayat Hakim dan ia sahkan sanadnya)

Allah memperkuat pesannya untuk berbuat baik kepada dua orang tua ini, ketika kedua orang tua tersebut telah mencapai umur lanjut, kekuatannya sudah mulai menurun, mereka sudah mulai sangat membutuhkan pertolongan dan dijaganya perasaannya yang mudah tersinggung itu. Dalam hal ini *Allah berfirman sebagai berikut:*

"Tuhanmu telah memerintahkan hendaklah kamu tidak berbakti kecuali kepadaNya dan berbuat baik kepada dua orang tua, jika salah satu di antara mereka atau keduanya sudah sampai umur tua dan berada dalam pemeliharaanmu, maka janganlah kamu katakan kepada mereka itu kata-kata 'uff' (kalimat yang tidak menyenangkan hati), dan jangan kamu bentak mereka, tetapi katakanlah kepada mereka berdua kata-kata yang mulia. Dan rendahkanlah terhadap mereka berdua sayap kerendahan karena kasih, dan doakanlah kepada Tuhanmu: Ya Tuhanku! Berilah rahmat mereka itu, sebagaimana mereka telah memeliharaku di waktu
aku masih kecil." (al-Isra': 23-24)